Latest Entries »

SD Kelas 3

Ini mungkin adalah kisah kelas 3 SD yang akan terus saya ingat.

Hari itu seharusnya diperuntukkan untuk KBM biasa tapi materi di kelas sudah habis. Jadi guru saya memanfaatkan waktu KBM yang ada untuk latihan soal secara berdua-berdua dalam rangka persiapan menjelang ujian.

Saya adalah murid yang cerdas ketika itu (semoga seterusnya juga, aamiin :D ) dan saya mendapatkan teman kelompok yang bisa dikatakan saya jauh unggul di atas dia. Soal dibagikan dan saya pun melahap soal itu sendirian.

Ketika soal sudah saya kumpulkan dan saya sedang menunggu kelompok lain yang belum selesai, guru saya memanggil saya untuk ngobrol di luar dan saya merasa biasa saja saat itu.

Guru: “Fuad tadi ngerjain soalnya sendiri ya?”
Fuad: “Iya Bu”
Guru: “Hmm, gini Fuad coba kamu liat teman kamu di sana. Dia walaupun pintar tapi tetap memberikan kesempatan kepada temannya untuk mengerjakan. Walaupun jadi agak lambat, tapi teman dia menjadi mengerti. Lain kali, walaupun pintar, kalo kamu mengerjakan tugas kelompok, jangan lupa berbagi kesempatan sama orang lain ya.”

Kemudian saya adalah orang yang bersyukur mendapatkan guru sebaik itu. :)

Dalam hidup yang saya jalani, ternyata ada orang-orang yang mengancam eksistansi saya. Skenarionya kurang lebih seperti ini, orang itu awalnya adalah orang yang biasa saja dan saya berbuat baik kepadanya. Hingga sampai di suatu titik orang itu adalah orang yang merusak hari saya.

Sikap bagi perlakuan menyakitkan pertama adalah memaafkan. Perlakuan menyakitkan kedua, ketiga, dan sampai batas-batas tertentu adalah memaklumi. Hingga sampai akhirnya memaklumi adalah rasa ingin tidak mengenal dia karena jika saya ternyata mengenal dia, saya terus akan berusaha berfikir bagaimana cara berbaikan dengan orang itu.

Saya bangun di pagi hari dan merasa kesal karena dalam pola kehidupan normal saya akan bertemu orang itu. Keadaan akan lebih nyaman ketika saya keluar dari kebiasaan pola dan tidak berada di tempat orang itu berada.

Dan saya mungkin adalah orang yang inginnya orang lain ngga kenal aja gitu. Dan saya mohon maaf untuk kesalahan ini. Saya selalu berusaha untuk tidak menyakiti hati orang lain karena peristiwa menyakitkan banyak hati orang lain sudah saya alami semenjak SD.

Sedikit tips untuk hal ini: ketahuilah kadar ucapan yang keluar dari mulut. Bisa saja apa ucapan yang keluar dari mulut adalah hal yang menyakitkan bagi seseorang.

Dan terlepas dari berbagai macam hal, saya adalah orang yang berusaha berfikir dengan hati. Allahummaghfir lanaa..

Kenapa ada orang yang mau berprestasi?
Kenapa ada orang yang berambisi menjadi pemimpin?
Kenapa tidak dibiarkan saja orang yang mempunyai kapabilitas ditunjuk menjadi pemimpin?

Mungkin budaya yang membentuk orang untuk memiliki ambisi.
Lalu mengapa tidak tercipta budaya bahwa orang yang memimpin adalah orang yang ditunjuk bukan orang yang mengajukan diri?

Lalu mengapa hitam adalah putih dan putih adalah hitam? Lalu kita mengerjakan yang hitam?
Maka tugas manusia adalah menjadi manusia.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.